Sabtu, 27 Februari 2016

FEATURE

Jeny : Semangat dan Sabar Adalah Kunci Dalam Hidupnya

Seorang wanita yang sangat ramah ini memiliki semangat yang sangat tinggi dalam hidupnya. Walau hanya menjadi pengasuh anak di sebuah rumah kawasan Kelapa Gading, tak menghalangnya untuk maju di dunia pendidikan. “Ncus Jeny” itulah panggilan akrab seorang anak yang diaushnya. Seorang anak yang bernama Jemima ini adalah keponakan ku. Lebih dari 2 tahun lamanya, ia bekerja di rumah saudaraku ini. Walau kondisi keluarga yang mengharukan, ia selalu tegar menghadapinya. Dan tak disangka, penggemar vocalis band ungu ini sudah pernah menempuh pendidikan di Universitas  Gajah Mada. Tetapi, semua tali keberhasilannya, begitu saja terputus karena kondisi ekonomi yang tak mendukung.
Masa hidup yang mencekam tak pernah membuatnya patah semangat. Walau harus menjadi tulang punggung keluarga karena tidak memiliki orang tua yang lengkap lagi, ia selalu mensyukuri apa yang dia punya. Tak pernah berfikir negative, selalu optimis dalam segala hal, berani menanggung resiko. Itulah karakter yang sangat kuat dari wanita berumur 21 tahun ini. Siang dan malam mewarnai keindahan hidupnya. Dan suara suara anak kecil lah yang selalu menghibur dan menguatkannya.      
Tujuan hidupnya hanyalah untuk membanggakan orang tuanya dan dapat berhasil sesuai dengan cita cita nya. Dan ia yakin, cita cita nya sebagai dokter pasti akan terkabul dangan ketekunan dan jalan jalan yang diatur. Ia hanya dapat menunggu saat saat yang tepat untuk menerima semua sisi baik dari hal hal yang ia impikan selama ini. Karena dia sangat yakin, Tuhan itu…. Maha adil.
Semangat memang selalu bisa mengalahkan segalanya. Tetapi, semangat dan usaha serta kemampua tanpa sebuah kesempatan, sungguh tiada artinya. Maka, gunakanlah kesempatan dengan sebaik mungkin. Dan jangan pernah menyerah walaupun badai yang suram menghadang kehidupan. Teruslah sadari hidup ini, dan nikmatilah. Sampai, semua ini akan berakhir dengan abadi. 

Rabu, 03 Februari 2016


KENANGAN DI MASA MASA MOS


Tahun ajaran baru, sekolah baru, suasana baru, pelajaran baru, dan teman teman baru. Itulah kata kata yang kuucapkan dalam hati ketika pertama kali mengikuti MOS di hari pertama. “ Monique Eleanor ” teriak salah satu OSIS. Itu nama ku, ya benar, itu nama ku. Ternyata, nama nama yang telah disebut masuk ke kelompok 6. Dan ternyata, hanya ada 2 perempuan yang ada di kelompokku. Jadi secara tidak langsung, kelompok ku adalah kelompok paling liar dan susah diatur. Khususnya, bagi para teman ku yang laki laki. Hari pertama saja sudah tak bisa diatur. Bagaimana dengan seterusnya.?
Mungkin ini juga salah dari para OSIS yang bertindak kurang tegas, sehingga banyak teman kami yang susah diatur. Untung saja, ini semua tidak menghilangkan niat ku untuk tetap memilih sekolah ini. Untungnya, dikelompok ku masih ada satu perempuan yang bernasib sama dengan ku. Disamping keributan para teman kamimyang laki laki, aku dan teman ku Sherine, hanya bisa mengobrol berdua di teras kelas sambil menatap lukisan lukisan hasil murid murid ajaran tahun lalu.
“ Hari ini aku gak ngerasa di MOS, karena kita bebas untuk melakukan apapun ” ujar Sherine kepada ku. “ iya sih…  tapi lumayan juga, daripada kita harus dijemur di terik matahari.” Hahaha….    “  terdengar suara tertawa geli dari Sherine. ” Tiba tiba, kami disuruh untuk berbaris di lapangan untuk mendengarkan pengumuman pembagian kelas.
“ Semoga, aku bisa sekelas degan Sherine ” ucap Moniq dalam hatinya. Hati nya semakin takut dan tegang saat salah satu OSIS mulai menyebutkan nama murid yang ada di kelas pertama. Setelah Moniq mengetahui kelasnya, ia belum mendengar nama “ Sherine ” Sampai nama terakhir, ia sangat berharap  Sherine sekelas dengan nya. Ternyata, nama terakhir itu adalah “ Sherine ” Rasa senang terpampang jelas di muka Moniq.
Setelah pengumuman selasai, Moniq segera menghampiri Sherine dan mengajaknya untuk duduk bersama. Karena, setelah ini, semua murid di suruh untuk masuk ke kelas masing masing untuk mendengarkan tugas dari guru wali kelas. Kemudian, mereka berdua segera masuk kedalam kelas mereka, yaitu kelas 7-4.  Setelah mereka bertemu dengan Bu Venia, wali kelas mereka. Bu Venia segera menuju papan tulis dan menuliskan semua tugas untuk besok. Dan semua itu dikerjakan secara kelompok. Satu kelompok terdiri dari 3 orang.
Kebtulan, rumah Moniq dan Sherine tidak jauh. Rumah mereka ada di wilayah Kelapa Gading, hanya berbeda komplek. Akhirnya, mereka memilih untuk menjadi satu kelompok. Mereka hanya perlu mencari satu orang lagi yang rumah nya tak jauh dari wilayah Kelapa Gading. Setelah bertanya tanya, akhirnya mereka mendapatkan satu teman laki laki yang rumah nya juga di wilayah Kelapa Gading. Kebetulan ia juga sedang mencari kelompok. Nama laki laki itu adalah James.
Moniq dan Sherine merasa sangat beruntung menjadi satu kelompok dengan James. Karena, setelah bercerita cerita, ternyata James murid yang mendapat gelar juara satu di kelas nya, sewaktu masih di Intelligent Indonesia School.  Setelah mereka bercerita satu sama lain, ternyata Moniq, Sherine, dan James adalah peraih gelar juara satu di SD mereka masing masing.
Kurang lebih pukul 15.00, mereka sudah diperizinkan untuk kembali ke rumah mereka masing masing. Moniq, Sherine dan James langsung menuju ke rumah Moniq. Mereka segera menghampiri sopir mereka masing masing dan segera mengikuti mobil Moniq dari belakang.
Tak sampai setngah jam, mereka sampai di rumah Moniq. Mereka bertiga langsung turun dan menuju kamar Moniq yang ada di lantai 3. Agar lebih luas, mereka mengerjakannya di depan kamar Moniq. Pertama, mereka memeriksa bahan yang perlu dibeli. Ada krayon, spidil, pensil,penghapus, rautan, gliter, karton, gunting, lem, kertas HVS, dan lainnya. Sebenarnya bahannya tak sebanyak ini, tetapi karena judulnya kreativitas kelompok, jadi bahan yang diperlukan cukup banyak.
Setelah Moniq melihat peralatannya, beberapa barang yang mereka btuhkan sudah ada. Hanya beberapa yang perlu dibeli. Setelah mereka mencatat barang yang belum ada, James meminta tolong kepada sopirnya untuk mencarikan barang yamg belum ada. Sementara mereka menunggu, mereka membagi tugas untuk mengerjakan tugas tugas yang lainnya.
 Moniq dan Sherine bertugas untuk menggambar wajah dari mereka bertiga. Sementara James menggambar sketsa dari kreativitas yang mereka akan buat. Tugas dari kreativisnya adalah, mereka harus menentukan nama kelompok mereka dan menghias nama kelompok mereka. Setelah dipikirkan, James akan membuat doodle yang tengahnya tertulis nama kelompok mereka.
Setelah melakukan sedikit perbincangan, nama kelompok yang mereka sepakati adalah “ ONE STAR” karena mereka sama sama meraih gelar juara satu. Setelah kurang lebih 20 menit, sopir James dating dengan semua perlengkapan yang dibutuhkan. Karena James sudah selesai membuat sketsanya, ia langsung membuat nya di karton.
Setelah kurang lebih satu jam, Moniq dan Sherine berhasil menggambar wajah mereka bertiga. Tetapi belum diberi warna. Akhirnya, karena ini tugas kelompok, jadi mereka semua harus ambil bagian di semua tugas. Moniq membantu James menebalkan doodle nya. Dan Sherine membantu James member warna sedikit demi sedikit.
Karena dikerjakan bersama sama, dalam jangka waktu kira kira satu jam, mereka telah menyelesaikan tugas kreativitas mereka dengan sangat baik. Walaupun sambil mengobrol santai, tetapi cepat juga jadinya. Setelah itu, mereka bekerja sama melanjutkan tugas mereka untuk menggambar wajah mereka bertiga. Mereka mewarnai wajah mereka masing masing. Tak sampai satu jam, mereka sudah menyelesaiknanya.
Sebenarnya, hari sudah sore dan sudah tepat waktunya untuk makan. Perut juga sudah terasa lapar. Tetapi mereka tetap melanjutkan tugas mereka. Karena masih ada satu tugas lagi. Yaitu membuat refleksi. Karena tak perlu waktu lama, jadi mereka tetap melanjutkan tugas yang terakhir ini. Sekitar lima belas menit, mereka bertiga sudah selesai mengerjakan refleksi.
Kurang lebih pukul 19.00, mereka segera turun untuk menyantap makanan yang sudah tersedia. Semua terlihat sangat lahap. Karena sudah lelah dan lapar. Tetapi, mereka senang karena dapat bekerja sama. Dan tugas mereka cepat selesai. Malam ini, mereka bisa bersantai dan cepat tidur.
Setelah mereka selesai makan, Sherine dan James berpamitan kepada Moniq dan ibunya. Dan mereka kembali ke rumah nya masing masing. Sesampainya mereka di rumah, mereka masih terus mengobrol di social media. Mereka sudah seperti sahabat sejati. Sebelum tidur, Sherine juga mengingatkan kepada Moniq “ Jangan lupa membawa hasil kreativitas kita dan gambar wajah kita bertiga. ” Kemudian James juga mengingatkan kepada Moniq dan Sherine “ Jangan lupa membawa refleksi kalian. ” kemudiam mereka lekas untuk tidur.
Keesokan harinya, saat mereka bertemu di sekolah. Mereka menyimpan karya mereka di tempat tersembunyi. Karena belum ada yang dating, jadi tidak ada yang tau. Menunggu teman teman yang lain dating, mereka bertiga mengobrol di dalam kelas. “ Teman teman, pr individu kita hanya refleksi kan ? ” Tanya James berniat memastikan. “ Ya, hanya itu “ Jawab Moniq kepada James.
“ Seru sekali ya, kerja kelompok tadi malam ” Ujar Sherine. “ Kita kerasanya sepert sudah akrab banget ” Balas James. “ Kapan nih kita bisa jalan bareng ? ” Tanya Moniq. “ Bagaimana kalau hari Sabtu siang kita ketemu di Mall Kelapa Gading. Trus kita nonton deh…. Kan seru. ” Jawab James. “ Boleh juga, ngomong ngomong, mau nonton apa ? ” Tanya Moniq. “ Kalau masalah itu sih gampang, yang penting kita sudah ketemuan saja ” Jawab James. “ OK deh !!! ” Balas Sherine.
Tak sadar, kelas sudah semakin ramai. Tiba tiba terdengar suara bel. Dan mereka akan memulai MOS hari kedua. Hari ini beda dengan biasanya. Mereka langsung disuruh berkumpul di kelas masing masing. Merea tidak dijemur di lapangan seperti biasanya. Namun, mereka tidak didampigi wali kelas. Masing masing kelas didampingi 3 OSIS.
Pertama, satua anak dipilih untuk memimpin berdoa. Setelah itu, salah satu OSIS berkata               “ Apakah ada yang tidak mengerjakan PR ” Tanya salah satu OSIS dengan senyum sinis. Tak satupun dari kami angkat tangan. Berarti semua nya mengerjakan PR. “ Kalau begitu, kita akan melakukan penilaian.” Yang terbaik akan mendapat sertifikat. Dan nanti sore, peraih hasil terbaik akan dipanggil untuk maju kedepan dan diberi penghargaan berupa sertifikat. Panggilan pertama untuk peraih terbaik dari refleksi. Tiga orang dari maisng masing kelas yang terbaik akan mendapat sertifikat. Namun, untuk peraih sertifikat kelompok, hanya satu kelompok dari tiap tiap kelas.
Lalu, kelomok pertama disuruh maju. Dan sisanya menunggu diluar. Moniq, Sherine, dan James mendapat urutan keempat dari sepuluh kelompok. Selagi menunggu diluar, Moniq, Sherine, dan James menyusun rencana untuk mempersiapkan hasil mereka. Mereka membagi tugas untuk mempresentasikannya. Mereka akan berniat untuk mengatakan yang sejujur nya. Mereka tak mau tau, apa terjadi nanti. Yang penting sudah jujur.
Kelompok satu dan dua sudah selesai. Saat nya untuk kelompok tiga. Menunggu giliran, mereka berdoa bersama untuk mengurangi rasa takut. Setelah berdoa, tak lama kelompok tiga selesai dan dilanjuti oleh kelompok empat. Moniq, Sherine dan James segera masuk dan mempersiapkan diri.
Sesuai yang sudah disepakati, James berbicara terlebih dahulu. Sebelumnya, mereka bertiga mengucapkan salam kepada para OSIS. “ Tugas pertama yang akan saya jelaskan adalah tugas mengenai kreatifitas kelompok. Nama kelompok yang sudah kami sepakti adalah one star. Bukan bermaksud sombong, kata ini kami terinspirasi karena kami bertiga adalah peraih gelar juara satu di SD kami masing masing. Jadi kami melambang prestasi kami dengan lambing bintang. Jadi kelompok ini kami sebut sebagai “One Star” kreatifitas yang kami buat adalah “Doodle.”
 Dalam kerja kelompok ini, kami sudah melakukan pembagian  tugas yang rata. Saya bertugas mengerjakan sketsa dari doodle yang akan kami buat. Moniq dan Sherine menggambar wajah kami bertiga. Kemudian saya dan Moniq menebalkan sketsa doodle nya dengan spidol. Sementara Sherine membantu memberi warna pada doodle yang kami buat. Setelah selesai, kami member warna dan menebalkan gambar wajah kami masing masing. Jadi, semua memiliki tugas yang sama rata.
            “WOW… Hebat sekali kalian” jawab salah satu OSIS. “ Kalau begitu sekarang coba jelaskan bagaimna cara kalian melakukan pemilihan warna sehingga menjadi sebagus itu ? ” Akhirnya Sherine menjelaskan “ Pertama, kami mencoba beberapa warna di sebuah kertas kosong. Dan sebelumnya, kami sudah , membuat sebuah sketsa kecil yang menunjukan gambaran hasil dari doodle yang kami buat. Terkadang, saat salah satu dari kami bingung, kami biasa bertanya kepada yang lain. Juga, terkadang banyak dari kami yang memberi tanggapan pemilihan warna gradasi sehingga hasilnya semakin bagus.
            “OK. Kalau begitu, sekarang saya mau salah satu dari kalian menjelaskan tentang apa saja yang kalian ketahui tentang refleksi ?” Tanya seorang OSIS. Yang berttugas kali ini adalah Moniq. “jadi, yang kami ketahui tentang refleksi adalah sebuah ringkasan nyata berdasarkan yang terlah kita alami. Sebenarnya, seperti cara kerja dalam kelompok yang kami lakukan kemarim juga dapat dimasukan ke dalam refleksi. Agar setiap perbuatan yang kita lakukan semakin berarti dan bermakna serta kita tak lagi mengulangi kesalahan yang sama” kata Moniq.
Tiba tiba ketiga OSIS itu berdiri sambil tersenyum dan memberikan tepuk tangan yang meriah. Salah satu dari berkata “Kelompok ini adalah kelompok pertama yang mendapat standing applause dari ketiga OSIS. Setelah itu, kami disuruh keluar dan memanggil kelompok selanjutnya.
Moniq, Sherine , dan James merasa sangat senang. Hati mereka sangat lega. Yang pertama, karena presentasi sudah selesai. Yang kedua karena mereka bisa mendapat standing applause dari ketiga OSIS. Itu memiliki suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka. Dan mereka berharap, mereka dapat meraih juara di kelas meeka atas kreativitas mereka.
“ Diberitahukan untuk seluruh peserta MOS yang sudah menyelesaikan presentasinya boleh bermain di lapangan dan mengunjungi wilayah kantin. Bagi para peserta MOS yang belum mendapat giliran tetap duduk sesuai kelompok.” Terdengar upengumuman dari ketua OSIS. ”
Moniq, Sherine, dan James asyik mengobrol sambil berjalan kearah kantin. Mereka membeli makan dan sambil duduk di wilayah kantin. Hati mereka merasa takut dan tegang, karena mereka sangat berharap untuk meraih kejuaraan kelompok di kelasnya.
“ Sampai sekarang aku masih tak sangka kita bisa mendapat pujian seperti itu. ” Ujar James. “ Benar, awalnya aku sudah merasa takut, apalagi sejak tau yang mengetest kita anak OSIS” Balas Sherine. “Sama aku juga” Balas Moniq. 
“ Sekarang, justru aku lebih tegang lagi menunggu hasil kerja kelomponya” Ujar James. “ Sama “ Balas Moniq dan Sherine bersamaan. Lalu, mereka melanjutkan makan mereka . setelah itu, mereka berjalan dan duduk di wilayah lapangan sampai pengumuman diadakan.
Tiba tiba, terdengar suara dari salah satu OSIS yang menyatakan bahwa lima belas menit lagi, seluruh peserta MOS wajib berkumpul di lapangan untuk mendengar pengumuman hasil kerja kelompok dan hasil refleksi pribadi.
 Spontan berteriak Moniq dan Sherine karena merasa sangat kaget mendengar hal itu. Mereka bertiga segera berdoa dan berharap mendapatkan hasil yang terbaik. Selama sepuluh menit, Moniq dan Sherine terus mondar mandir tak karuan menunggu pengumuman dimulai. Tak lama, bel berbunyi dan seluruh peserta MOS diharap berkumpul ke lapangan.
Mereka bertiga segera mempersiapkan diri untuk berbaris dan siap untuk mendengarkan hasil kelompok seluruh peserta MOS. Lalu mereka semua duduk di lapangan menunggu ketua OSIS datang. Tak lama, ketua OSIS datang dengan membawa beberapa sertifikat dan dibantu oleh OSIS lainnya membawa beberapa hadiah.
Kelas pertama yang disebut adalah kelas 7-3. Pemenang kelompoknya adalah kelompok “B& G.” kelas kedua adalah kelas 7-6. Pemenang kelompoknya adalah kelompok “Best Boy” Hal itu terus  berlangsung. Ternyata, kelas 7-4 terakhir disebut. “ Pemenang dari kelas &-4 adalah kelompok………………………………………..   “ONE STAR” saya sangat suka dengan karya mereka. Ide nya variatif dan cara menjelaskannya juga sangat baik.” Ucap salah satu OSIS yang membacakan pengumuman.
            Dengan bangganya, Moniq, Sherine, dan James maju kedepan untuk menerima pengharggaan. Memang tak sia sia jeri payah mereka selama ini. Dan setelah diberi tahu peraih penghargaan refleksi 3 terbaik dari masing masing kelas, ternyata ketiiga murid dari kelas 7-4 adalah mereka bertiga. Hati mereka sudah semakin senang. Mereka juga senang memiliki kelompok yang dapat diandalkan.
            Setelah acara selesai, MOS dinyatakan selesai. Karena kejuaraan         yang mereka raih, James berniat untuk meneraktir Moniq dan Sherine dan sebuah rumah makan khas Jepang. Mereka memilih restoran Kokoro. Ini adalah pengalaman terindah yang tak akan pernah bisa untuk dilupakan……


Bersambug…….