KENANGAN DI MASA MASA MOS
Tahun ajaran baru,
sekolah baru, suasana baru, pelajaran baru, dan teman teman baru. Itulah kata
kata yang kuucapkan dalam hati ketika pertama kali mengikuti MOS di hari
pertama. “ Monique Eleanor ” teriak salah satu OSIS. Itu nama ku, ya benar, itu
nama ku. Ternyata, nama nama yang telah disebut masuk ke kelompok 6. Dan
ternyata, hanya ada 2 perempuan yang ada di kelompokku. Jadi secara tidak
langsung, kelompok ku adalah kelompok paling liar dan susah diatur. Khususnya,
bagi para teman ku yang laki laki. Hari pertama saja sudah tak bisa diatur.
Bagaimana dengan seterusnya.?
Mungkin ini juga salah
dari para OSIS yang bertindak kurang tegas, sehingga banyak teman kami yang
susah diatur. Untung saja, ini semua tidak menghilangkan niat ku untuk tetap
memilih sekolah ini. Untungnya, dikelompok ku masih ada satu perempuan yang
bernasib sama dengan ku. Disamping keributan para teman kamimyang laki laki,
aku dan teman ku Sherine, hanya bisa mengobrol berdua di teras kelas sambil
menatap lukisan lukisan hasil murid murid ajaran tahun lalu.
“ Hari ini aku gak
ngerasa di MOS, karena kita bebas untuk melakukan apapun ” ujar Sherine kepada
ku. “ iya sih… tapi lumayan juga,
daripada kita harus dijemur di terik matahari.” Hahaha…. “
terdengar suara tertawa geli dari Sherine. ” Tiba tiba, kami disuruh
untuk berbaris di lapangan untuk mendengarkan pengumuman pembagian kelas.
“ Semoga, aku bisa
sekelas degan Sherine ” ucap Moniq dalam hatinya. Hati nya semakin takut dan
tegang saat salah satu OSIS mulai menyebutkan nama murid yang ada di kelas
pertama. Setelah Moniq mengetahui kelasnya, ia belum mendengar nama “ Sherine ”
Sampai nama terakhir, ia sangat berharap
Sherine sekelas dengan nya. Ternyata, nama terakhir itu adalah “ Sherine ” Rasa senang terpampang jelas
di muka Moniq.
Setelah pengumuman
selasai, Moniq segera menghampiri Sherine dan mengajaknya untuk duduk bersama.
Karena, setelah ini, semua murid di suruh untuk masuk ke kelas masing masing
untuk mendengarkan tugas dari guru wali kelas. Kemudian, mereka berdua segera
masuk kedalam kelas mereka, yaitu kelas 7-4.
Setelah mereka bertemu dengan Bu Venia, wali kelas mereka. Bu Venia
segera menuju papan tulis dan menuliskan semua tugas untuk besok. Dan semua itu
dikerjakan secara kelompok. Satu kelompok terdiri dari 3 orang.
Kebtulan, rumah Moniq dan
Sherine tidak jauh. Rumah mereka ada di wilayah Kelapa Gading, hanya berbeda
komplek. Akhirnya, mereka memilih untuk menjadi satu kelompok. Mereka hanya
perlu mencari satu orang lagi yang rumah nya tak jauh dari wilayah Kelapa
Gading. Setelah bertanya tanya, akhirnya mereka mendapatkan satu teman laki
laki yang rumah nya juga di wilayah Kelapa Gading. Kebetulan ia juga sedang
mencari kelompok. Nama laki laki itu adalah James.
Moniq dan Sherine merasa
sangat beruntung menjadi satu kelompok dengan James. Karena, setelah bercerita
cerita, ternyata James murid yang mendapat gelar juara satu di kelas nya,
sewaktu masih di Intelligent Indonesia School. Setelah mereka bercerita satu sama lain,
ternyata Moniq, Sherine, dan James adalah peraih gelar juara satu di SD mereka
masing masing.
Kurang lebih pukul 15.00,
mereka sudah diperizinkan untuk kembali ke rumah mereka masing masing. Moniq,
Sherine dan James langsung menuju ke rumah Moniq. Mereka segera menghampiri
sopir mereka masing masing dan segera mengikuti mobil Moniq dari belakang.
Tak sampai setngah jam,
mereka sampai di rumah Moniq. Mereka bertiga langsung turun dan menuju kamar
Moniq yang ada di lantai 3. Agar lebih luas, mereka mengerjakannya di depan
kamar Moniq. Pertama, mereka memeriksa bahan yang perlu dibeli. Ada krayon,
spidil, pensil,penghapus, rautan, gliter, karton, gunting, lem, kertas HVS, dan
lainnya. Sebenarnya bahannya tak sebanyak ini, tetapi karena judulnya kreativitas
kelompok, jadi bahan yang diperlukan cukup banyak.
Setelah Moniq melihat
peralatannya, beberapa barang yang mereka btuhkan sudah ada. Hanya beberapa
yang perlu dibeli. Setelah mereka mencatat barang yang belum ada, James meminta
tolong kepada sopirnya untuk mencarikan barang yamg belum ada. Sementara mereka
menunggu, mereka membagi tugas untuk mengerjakan tugas tugas yang lainnya.
Moniq dan Sherine bertugas untuk menggambar
wajah dari mereka bertiga. Sementara James menggambar sketsa dari kreativitas
yang mereka akan buat. Tugas dari kreativisnya adalah, mereka harus menentukan
nama kelompok mereka dan menghias nama kelompok mereka. Setelah dipikirkan,
James akan membuat doodle yang tengahnya tertulis nama kelompok mereka.
Setelah melakukan sedikit
perbincangan, nama kelompok yang mereka sepakati adalah “ ONE STAR” karena mereka sama sama meraih gelar juara satu. Setelah
kurang lebih 20 menit, sopir James dating dengan semua perlengkapan yang
dibutuhkan. Karena James sudah selesai membuat sketsanya, ia langsung membuat
nya di karton.
Setelah kurang lebih satu
jam, Moniq dan Sherine berhasil menggambar wajah mereka bertiga. Tetapi belum
diberi warna. Akhirnya, karena ini tugas kelompok, jadi mereka semua harus
ambil bagian di semua tugas. Moniq membantu James menebalkan doodle nya. Dan
Sherine membantu James member warna sedikit demi sedikit.
Karena dikerjakan bersama
sama, dalam jangka waktu kira kira satu jam, mereka telah menyelesaikan tugas
kreativitas mereka dengan sangat baik. Walaupun sambil mengobrol santai, tetapi
cepat juga jadinya. Setelah itu, mereka bekerja sama melanjutkan tugas mereka
untuk menggambar wajah mereka bertiga. Mereka mewarnai wajah mereka masing
masing. Tak sampai satu jam, mereka sudah menyelesaiknanya.
Sebenarnya, hari sudah
sore dan sudah tepat waktunya untuk makan. Perut juga sudah terasa lapar.
Tetapi mereka tetap melanjutkan tugas mereka. Karena masih ada satu tugas lagi.
Yaitu membuat refleksi. Karena tak perlu waktu lama, jadi mereka tetap
melanjutkan tugas yang terakhir ini. Sekitar lima belas menit, mereka bertiga
sudah selesai mengerjakan refleksi.
Kurang lebih pukul 19.00,
mereka segera turun untuk menyantap makanan yang sudah tersedia. Semua terlihat
sangat lahap. Karena sudah lelah dan lapar. Tetapi, mereka senang karena dapat
bekerja sama. Dan tugas mereka cepat selesai. Malam ini, mereka bisa bersantai
dan cepat tidur.
Setelah mereka selesai makan,
Sherine dan James berpamitan kepada Moniq dan ibunya. Dan mereka kembali ke
rumah nya masing masing. Sesampainya mereka di rumah, mereka masih terus
mengobrol di social media. Mereka sudah seperti sahabat sejati. Sebelum tidur, Sherine
juga mengingatkan kepada Moniq “ Jangan lupa membawa hasil kreativitas kita dan
gambar wajah kita bertiga. ” Kemudian James juga mengingatkan kepada Moniq dan
Sherine “ Jangan lupa membawa refleksi kalian. ” kemudiam mereka lekas untuk
tidur.
Keesokan harinya, saat
mereka bertemu di sekolah. Mereka menyimpan karya mereka di tempat tersembunyi.
Karena belum ada yang dating, jadi tidak ada yang tau. Menunggu teman teman
yang lain dating, mereka bertiga mengobrol di dalam kelas. “ Teman teman, pr
individu kita hanya refleksi kan ? ” Tanya James berniat memastikan. “ Ya,
hanya itu “ Jawab Moniq kepada James.
“ Seru sekali ya, kerja
kelompok tadi malam ” Ujar Sherine. “ Kita kerasanya sepert sudah akrab banget
” Balas James. “ Kapan nih kita bisa jalan bareng ? ” Tanya Moniq. “ Bagaimana
kalau hari Sabtu siang kita ketemu di Mall Kelapa Gading. Trus kita nonton
deh…. Kan seru. ” Jawab James. “ Boleh juga, ngomong ngomong, mau nonton apa ?
” Tanya Moniq. “ Kalau masalah itu sih gampang, yang penting kita sudah
ketemuan saja ” Jawab James. “ OK deh !!! ” Balas Sherine.
Tak sadar, kelas sudah
semakin ramai. Tiba tiba terdengar suara bel. Dan mereka akan memulai MOS hari
kedua. Hari ini beda dengan biasanya. Mereka langsung disuruh berkumpul di
kelas masing masing. Merea tidak dijemur di lapangan seperti biasanya. Namun,
mereka tidak didampigi wali kelas. Masing masing kelas didampingi 3 OSIS.
Pertama, satua anak
dipilih untuk memimpin berdoa. Setelah itu, salah satu OSIS berkata “ Apakah ada yang tidak
mengerjakan PR ” Tanya salah satu OSIS dengan senyum sinis. Tak satupun dari
kami angkat tangan. Berarti semua nya mengerjakan PR. “ Kalau begitu, kita akan
melakukan penilaian.” Yang terbaik akan mendapat sertifikat. Dan nanti sore,
peraih hasil terbaik akan dipanggil untuk maju kedepan dan diberi penghargaan
berupa sertifikat. Panggilan pertama untuk peraih terbaik dari refleksi. Tiga
orang dari maisng masing kelas yang terbaik akan mendapat sertifikat. Namun,
untuk peraih sertifikat kelompok, hanya satu kelompok dari tiap tiap kelas.
Lalu, kelomok pertama
disuruh maju. Dan sisanya menunggu diluar. Moniq, Sherine, dan James mendapat
urutan keempat dari sepuluh kelompok. Selagi menunggu diluar, Moniq, Sherine,
dan James menyusun rencana untuk mempersiapkan hasil mereka. Mereka membagi
tugas untuk mempresentasikannya. Mereka akan berniat untuk mengatakan yang
sejujur nya. Mereka tak mau tau, apa terjadi nanti. Yang penting sudah jujur.
Kelompok satu dan dua
sudah selesai. Saat nya untuk kelompok tiga. Menunggu giliran, mereka berdoa
bersama untuk mengurangi rasa takut. Setelah berdoa, tak lama kelompok tiga
selesai dan dilanjuti oleh kelompok empat. Moniq, Sherine dan James segera
masuk dan mempersiapkan diri.
Sesuai yang sudah
disepakati, James berbicara terlebih dahulu. Sebelumnya, mereka bertiga
mengucapkan salam kepada para OSIS. “ Tugas pertama yang akan saya jelaskan
adalah tugas mengenai kreatifitas kelompok. Nama kelompok yang sudah kami
sepakti adalah one star. Bukan bermaksud sombong, kata ini kami terinspirasi
karena kami bertiga adalah peraih gelar juara satu di SD kami masing masing.
Jadi kami melambang prestasi kami dengan lambing bintang. Jadi kelompok ini
kami sebut sebagai “One Star” kreatifitas yang kami buat adalah “Doodle.”
Dalam kerja kelompok ini, kami sudah melakukan
pembagian tugas yang rata. Saya bertugas
mengerjakan sketsa dari doodle yang akan kami buat. Moniq dan Sherine
menggambar wajah kami bertiga. Kemudian saya dan Moniq menebalkan sketsa doodle
nya dengan spidol. Sementara Sherine membantu memberi warna pada doodle yang
kami buat. Setelah selesai, kami member warna dan menebalkan gambar wajah kami
masing masing. Jadi, semua memiliki tugas yang sama rata.
“WOW…
Hebat sekali kalian” jawab salah satu OSIS. “ Kalau begitu sekarang coba
jelaskan bagaimna cara kalian melakukan pemilihan warna sehingga menjadi
sebagus itu ? ” Akhirnya Sherine menjelaskan “ Pertama, kami mencoba beberapa
warna di sebuah kertas kosong. Dan sebelumnya, kami sudah , membuat sebuah
sketsa kecil yang menunjukan gambaran hasil dari doodle yang kami buat.
Terkadang, saat salah satu dari kami bingung, kami biasa bertanya kepada yang
lain. Juga, terkadang banyak dari kami yang memberi tanggapan pemilihan warna
gradasi sehingga hasilnya semakin bagus.
“OK.
Kalau begitu, sekarang saya mau salah satu dari kalian menjelaskan tentang apa
saja yang kalian ketahui tentang refleksi ?” Tanya seorang OSIS. Yang berttugas
kali ini adalah Moniq. “jadi, yang kami ketahui tentang refleksi adalah sebuah
ringkasan nyata berdasarkan yang terlah kita alami. Sebenarnya, seperti cara
kerja dalam kelompok yang kami lakukan kemarim juga dapat dimasukan ke dalam
refleksi. Agar setiap perbuatan yang kita lakukan semakin berarti dan bermakna
serta kita tak lagi mengulangi kesalahan yang sama” kata Moniq.
Tiba tiba ketiga OSIS itu berdiri
sambil tersenyum dan memberikan tepuk tangan yang meriah. Salah satu dari
berkata “Kelompok ini adalah kelompok pertama yang mendapat standing applause dari ketiga OSIS.
Setelah itu, kami disuruh keluar dan memanggil kelompok selanjutnya.
Moniq, Sherine , dan James merasa
sangat senang. Hati mereka sangat lega. Yang pertama, karena presentasi sudah
selesai. Yang kedua karena mereka bisa mendapat standing applause dari ketiga OSIS. Itu memiliki suatu kebanggaan
tersendiri bagi mereka. Dan mereka berharap, mereka dapat meraih juara di kelas
meeka atas kreativitas mereka.
“ Diberitahukan untuk seluruh peserta
MOS yang sudah menyelesaikan presentasinya boleh bermain di lapangan dan
mengunjungi wilayah kantin. Bagi para peserta MOS yang belum mendapat giliran
tetap duduk sesuai kelompok.” Terdengar upengumuman dari ketua OSIS. ”
Moniq, Sherine, dan James asyik
mengobrol sambil berjalan kearah kantin. Mereka membeli makan dan sambil duduk
di wilayah kantin. Hati mereka merasa takut dan tegang, karena mereka sangat
berharap untuk meraih kejuaraan kelompok di kelasnya.
“ Sampai sekarang aku masih tak
sangka kita bisa mendapat pujian seperti itu. ” Ujar James. “ Benar, awalnya
aku sudah merasa takut, apalagi sejak tau yang mengetest kita anak OSIS” Balas
Sherine. “Sama aku juga” Balas Moniq.
“ Sekarang, justru aku lebih tegang
lagi menunggu hasil kerja kelomponya” Ujar James. “ Sama “ Balas Moniq dan
Sherine bersamaan. Lalu, mereka melanjutkan makan mereka . setelah itu, mereka
berjalan dan duduk di wilayah lapangan sampai pengumuman diadakan.
Tiba tiba, terdengar suara dari salah
satu OSIS yang menyatakan bahwa lima belas menit lagi, seluruh peserta MOS
wajib berkumpul di lapangan untuk mendengar pengumuman hasil kerja kelompok dan
hasil refleksi pribadi.
Spontan berteriak Moniq dan Sherine karena
merasa sangat kaget mendengar hal itu. Mereka bertiga segera berdoa dan
berharap mendapatkan hasil yang terbaik. Selama sepuluh menit, Moniq dan
Sherine terus mondar mandir tak karuan menunggu pengumuman dimulai. Tak lama,
bel berbunyi dan seluruh peserta MOS diharap berkumpul ke lapangan.
Mereka bertiga segera mempersiapkan
diri untuk berbaris dan siap untuk mendengarkan hasil kelompok seluruh peserta
MOS. Lalu mereka semua duduk di lapangan menunggu ketua OSIS datang. Tak lama,
ketua OSIS datang dengan membawa beberapa sertifikat dan dibantu oleh OSIS
lainnya membawa beberapa hadiah.
Kelas pertama yang disebut adalah kelas
7-3. Pemenang kelompoknya adalah kelompok “B& G.” kelas kedua adalah kelas
7-6. Pemenang kelompoknya adalah kelompok “Best Boy” Hal itu terus berlangsung. Ternyata, kelas 7-4 terakhir
disebut. “ Pemenang dari kelas &-4 adalah kelompok……………………………………….. “ONE STAR” saya sangat suka dengan karya
mereka. Ide nya variatif dan cara menjelaskannya juga sangat baik.” Ucap salah
satu OSIS yang membacakan pengumuman.
Dengan
bangganya, Moniq, Sherine, dan James maju kedepan untuk menerima pengharggaan.
Memang tak sia sia jeri payah mereka selama ini. Dan setelah diberi tahu peraih
penghargaan refleksi 3 terbaik dari masing masing kelas, ternyata ketiiga murid
dari kelas 7-4 adalah mereka bertiga. Hati mereka sudah semakin senang. Mereka
juga senang memiliki kelompok yang dapat diandalkan.
Setelah
acara selesai, MOS dinyatakan selesai. Karena kejuaraan yang mereka raih, James berniat untuk meneraktir Moniq dan
Sherine dan sebuah rumah makan khas Jepang. Mereka memilih restoran Kokoro. Ini
adalah pengalaman terindah yang tak akan pernah bisa untuk dilupakan……
Bersambug…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar